KATA
YANG TERUCAP (120)
“Di sini aku tersenyum
bahagia dengan bibir manis nan indah memperlihatkan ketulusan dan keikhlasanku
menerima semua takdir yang telah digariskan-Nya karena aku tahu bahwa tiada
sedikitpun kesalahan yang ada pada diriku di dalam penciptaan-Nya dan tiada
satupun nikmat yang telah dianugerahkan-Nya yang dapat aku dustakan”
(Darlius
: Ungkapan Perasaan)
“Di dunia ini hanya ada 2 (dua) jawaban atas semua
permintaan dan permohonan kita kepada seseorang yaitu memperoleh kepastian
dan memperoleh kemungkinan. Kepastian
memberikan persetujuan atau penolakan dengan disertai alasan ataupun tidak, dan
yang menerima kepastian harus dapat menyetujuinya bukan menolaknya atau
mempertentangkannya; sedangkan Kemungkinan memutuskan untuk dipenuhi atau tidak
dipenuhi dengan adanya pertimbangan subjektif dan yang menerima kemungkinan
masih dapat berargumentasi dan memberikan alasan yang tepat untuk dapat
dipertimbangkan kembali”
(Darlius
: Setetes Embun)
“Di sini aku berdiri tegap di atas kedua kakiku
sendiri menatap lurus kedepan melihat bangsa dan negaraku serta rakyat yang
berada di dalamnya dan berharap penuh kepadamu wahai para pemimpin kami untuk
memajukan, memakmurkan dan menyejahterakan kehidupan kami serta jangan pernah
mengecewakan dan melukai hati kami”
(Darlius
: Ungkapan Perasaan)
“Kemalasan merupakan penyebab terjauhkannya anugerah
dan semua karunia nikmat yang telah ditentukan-Nya namun tahukah kamu disamping
itu ada 4 (empat) penyebab lainnya yaitu : (1) kesempitan: ketidakmampuan untuk
berbuat dan melakukan sesuatu karena tidak adanya kemampuan materi; (2)
kesempatan: tidak adanya peluang yang dimiliki untuk meraihnya; (3) kemalangan:
kerumitan hidup yang tersebab karena adanya penderitaan fisik dan pikiran; (4)
keberuntungan: tidak adanya usaha dan bekerja namun mengharapkan mendapatkan
sesuatu”
(Darlius
: Lentera Hati)
“Tahukah kamu 7 (tujuh) pintu kebahagiaan yang harus
kamu raih agar memperoleh keselamatan di dunia dan akherat, kini kuberitahukan
kepadamu yaitu : (1) berdamailah dengan dirimu: ketika semuanya telah kamu
usahakan maka berikutnya serahkanlah kepada Yang Maha Memberi; (2) berdamailah
dengan kedua orang tuamu: memintalah doa dan keridhoannya atas semua ibadah dan
bhaktimu; (3) berdamailah dengan isteri/suamimu: isteri/suamimu merupakan
orang-orang yang memberikan ketulusan dan keikhlasan serta doa yang tak
berpenghalang; (4) berdamailah dengan anak-anakmu: keturunanmu membawa
rezekinya masing-masing maka ridhoilah mereka dengan kepantasan dan kepatutan
untuk mereka; (5) berdamailah dengan tetanggamu: bergaul dan berbaikanlah serta
jangan pernah menyakiti orang-orang terdekat dilingkunganmu; (6) berdamailah
dengan negara dan bangsamu: negara dan bangsamu telah menerimamu apa adanya
maka berbuatlah yang sama untuk negara dan bangsamu; (7) berdamailah dengan
para pemimpin dan orang-orang berilmu pengetahuan: para pemimpin dan
orang-orang berilmu pengetahuan merupakan orang-orang yang patut didengarkan
dan dipatuhi“
(Darlius
: Teropong Jiwa)
Jakarta, 29 April 2015
(Catatan Kecil : Kata Yang Terucap 120)
Link : Kata Yang Terucap 120


Tidak ada komentar:
Posting Komentar