KATA YANG TERUCAP (117)
“Anak-anak kita adalah generasi
penerus masa depan dan mereka hidup dengan cakrawala dunianya yang harus kita
persiapkan dari sejak dini; tahukah dirimu ke-6 (keenam) hal ini yang harus
kita persiapkan untuk mereka, yaitu : (1) mengasihi dengan sepenuh hati: buah
cinta yang tidak akan pernah tergantikan; (2) menyayangi dengan setulus hati:
mencurahkan segenap perhatian di setiap waktu; (3) memberi dengan hati yang
ikhlas: anak bukanlah investasi kita di masa depan melainkan kitalah aset bagi
mereka; (4) memuji dengan segenap kebanggaan: sanjung dan pujilah untuk setiap
keberhasilan yang diraih; (5) melarang dengan nasehat: bukan menyalahkan tetapi
berikanlah pandangan tentang nilai-nilai kebaikannya; (6) mengijinkan dengan
batasan: memberikan rasa tanggung jawab atas setiap perbuatan yang dilakukan”
(Darlius
: Setetes Embun)
“Berbahagialah orang yang bisa berbagi kebahagiaan
dengan orang lain hingga kebahagiaan tersebut terpancar dalam kehidupan
sehari-hari, tahukah kamu 2 (dua) kebahagiaan yang bersifat kekal yaitu : (1)
keagungan dan kemuliaan sebuah nama: carilah kemuliaan dan keagungan atas siapa
diri kita sebenarnya; (2) memperoleh anak yang sholeh dan/atau sholeha: penerus
generasi yang senantiasa beriman dan bertaqwa”
(Darlius
: Jiwa Yang Tenang)
“Manusia merupakan sumber daya yang memiliki
keterbatasan demikian pula dengan hasil alam, keterbatasan manusia disebabkan
karena ke-3 (ketiga) hal ini yaitu : (1) kemampuan berpikir: sungguh ilmu
pengetahuan yang dimiliki manusia hanyalah sedikit dan manusia memiliki sifat
lupa; (2) kemampuan bekerja/berusaha: manusia bukanlah robot namun memiliki
kelemahan dalam tenaga dan kekuatan; (3) keterbatasan umur: tidak ada seorang
manusiapun yang memiliki umur yang tidak terbatas”
(Darlius
: Motivasi Diri)
“Banyak tindakan yang salah telah diambil oleh para
suami untuk memanjakan isterinya dengan memberikan segala yang dimiliki, namun
tahukah para suami bahwa 2 (dua) sikap ini yang harus dilakukan untuk
memanjakan isteri yaitu : (1) memberi sesuai dengan kebutuhan: berilah sesuai
dengan kebutuhan yang ada dan sesuai dengan skala prioritas; (2) memberi sesuai
dengan peruntukannya: berilah sesuai dengan keperluan yang ada dengan tujuan
yang jelas”
(Darlius
: Ungkapan Perasaan)
“Orang bilang apa yang kita peroleh dengan cara-cara
yang tidak halal akan habis begitu saja dan tidak ketahuan untuk apanya namun
sadarkah kita bahwa memperoleh dengan cara-cara yang tidak halal lebih banyak
mendatangkan mudharat (kerugiannya) dibandingkan dengan cara-cara yang halal”
(Darlius
: Renungan Diri)
Sekayu, 8 April 2015
(Catatan Kecil : Kata Yang Terucap 117)
Link : Kata Yang Terucap 117


Tidak ada komentar:
Posting Komentar