Selasa, 24 Oktober 2017

Hati Yang Luka




HATI YANG LUKA

Teruntuk Dirimu Yang Melukai Hatiku
Bayanganmu selalu menghantuiku
     Waktu yang dahulu terasa cepat berlalu kini kurasakan begitu lambat berputar karena hatiku kini tidak sama seperti awal kita bertemu, ada kegelisahan dan kepahitan yang kurasakan namun mengapa tidaklah dapat terhapuskan. Hatiku kini kelu menatap ruang yang serasa kian menyempit dan tidak ada lagi cerita keindahan serta manisnya hidup yang pernah kurasakan…kini aku harus memilih jalan hidupku…!
KUPASRAHKAN HIDUPKU KEPADA-NYA
Dahulu…dirimu begitu mencintaiku dengan segenap keindahanmu
Dahulu…dirimu begitu aku banggakan dengan segenap perasaanku
Dahulu…dirimu begitu memperhatikanku dengan segenap pesonamu
Dahulu…dirimu begitu aku impikan dengan segenap doaku
Dahulu…dirimu begitu menyejukanku dengan segenap keteduhanmu
Dahulu…dirimu begitu aku harapkan dengan segenap kegelisahanku
Dahulu…dirimu begitu melindungiku dengan segenap kehangatanmu
Dahulu…dirimu begitu aku puja dengan segenap kekagumanku
Dahulu…dirimu begitu membahagiakanku dengan segenap pemberianmu
Dahulu…dirimu begitu aku dambakan dengan segenap cintaku
Dahulu…dirimu begitu mendamaikanku dengan segenap kemesraanmu
Dahulu…dirimu begitu aku muliakan dengan segenap kasihku
Dahulu…dirimu begitu memanjakanku dengan segenap ketulusanmu
Dahulu…dirimu begitu aku setiakan dengan segenap kerelaanku
Dahulu…dirimu begitu melembutkanku dengan segenap belaianmu
Dahulu…dirimu begitu aku rindukan dengan segenap penantianku
Dahulu…dirimu begitu menginspirasiku dengan segenap kelebihanmu
Dahulu…dirimu begitu aku pedulikan dengan segenap pikiranku
Dahulu…dirimu begitu mengasihi dan menyayangiku dengan segenap hasratmu
Dahulu…dirimu begitu aku hormati dengan segenap pendirianku  
KARENA DIRIMU SUDAH TAK PANTAS UNTUKKU

     Kering sudah rasanya airmataku kini…luka yang tercipta belumlah hilang namun luka baru yang lebih menyayat senantiasa menderaku kembali. Habis sudah kepatuhan dan ketulusan pengabdianku kepadamu yang telah begitu menyakitiku seakan dirimu tidak menyadari dan menikmati penyiksaanmu kepadaku. Tuhan hanya kepada-Mu-lah aku berlindung dan hanya kepada-Mu-lah aku memohon pertolongan…kini diri dan hatiku telah diam membisu…!
SURGAKU TELAH DIRIMU HANCURKAN
Ada hinaan…yang telah begitu merendahkan martabat kewanitaanku
Ada cacian…yang telah begitu melukai perasaanku
Ada makian…yang telah begitu menorehkan luka terdalam
Ada umpatan…yang telah begitu mencoreng namaku
Ada hujatan…yang telah begitu menghinakanku
Ada tamparan…yang telah begitu membekas di wajahku
Ada pukulan…yang telah begitu menyesakan dadaku
Ada derita…yang telah begitu mencabikku
Ada pendustaan…yang telah begitu mengelabuiku
Ada kemurkaan…yang telah begitu meluluhlantakanku
Ada kemunafikan…yang telah begitu membutakanku
Ada kebohongan…yang telah begitu membodohiku
Ada kepalsuan…yang telah begitu menggelapkanku
Ada penghasutan…yang telah begitu menjauhiku
Ada kepahitan…yang telah begitu memuakkanku
Ada jurang…yang telah begitu memerosokanku
Ada kabut…yang telah begitu menghalangiku
Ada gelegar…yang telah begitu memekakkanku
Ada pagar…yang telah begitu membatasiku
Ada sanksi…yang telah begitu memenjarakanku
KARENA DIRIMU TIDAK SEPERTI PRIBADIMU YANG KUKENAL
     Sedih dan lelah sudah pikiran dan hatiku untuk memahami sikap dan sifatmu yang sama sekali tidak dapat kupahami dan mengerti, dirimu begitu mudahnya untuk marah dan menghinaku dengan kata-kata yang tak pantas terucap karena selam ini kita telah hidup bersama dalam naungan bahtera rumah tangga. Aku mencoba untuk selalu bersabar dan mengalah namun kesabaranku kini habis sudah dan tidak lagi dapat kupertahankan…kini kuingin hidup sendiri  tanpa dirimu…!
BAHTERA YANG KOKOH TELAH DIRIMU TENGGELAMKAN
Berulang kali…aku telah memaafkan atas semua kesalahanmu
Berulang kali…aku telah mencoba untuk menyadarkan kemarahanmu
Berulang kali…aku telah mengingatkan siapakah dirimu yang sesungguhnya
Berulang kali…aku telah memperbaiki atas semua sikapku yang engkau anggap salah
Berulang kali…aku telah memenuhi atas semua permintaanmu yang memaksakan
Berulang kali…aku telah menutupi atas semua perbuatanmu yang memalukan
Berulang kali…aku telah berusaha mengalah atas semua kehendakmu
Berulang kali…aku telah menahan kesabaran menghadapi kekerasan hatimu
Berulang kali…aku telah membersihkan atas semua kekotoranmu
Berulang kali…aku telah berkorban untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga
Berulang kali…aku telah mengobati luka di sekujur tubuhku
Berulang kali…aku telah menguraikan benang kusut yang membelit
Berulang kali…aku telah menegakan kain basah yang bersimbahkan
Berulang kali…aku telah menyibakan kelambu hitam yang membentang
Berulang kali…aku telah menggantang asap yang menbekap
Berulang kali…aku telah memadamkan api membara yang menghanguskan
Berulang kali…aku telah mengelus dadaku menahan kegeraman bathin
Berulang kali…aku telah menenteramkan kegelisahanku yang membelenggu
Berulang kali…aku telah menenangkan pemberontakan jiwa dengan kepatuhanku
Berulang kali…aku telah mendamaikan hatiku dengan ketidakmampuanku
KARENA DIRIMU SUDAH TAK PANTAS MENJADI NAKHODAKU
     Waktu yang berlalu seharusnya mengajariku untuk tetap mencintai dan menyayangimu namun justeru sebaliknya waktu yang akan kujelang semakin membuat diriku dan dirimu terbentang jarak yang begitu jauh dan menyakitkan.Tiada lagi rasa yang dahulu pernah ada, kini yang ada hanyalah ketersiksaan dan keterpedihan yang melanda jiwa dan bathinku…kini aku ingin pergi menjauh dan tidak akan pernah kembali lagi…!
TIADA LAGI KATA YANG DAPAT TERUCAPKAN
Waktu…engkau mengetahui kepedihan bathinku yang terdalam
Waktu…engkau menyaksikan penderitaanku yang terperihkan
Waktu…engkau mendengarkan setiap tetes tangisanku yang teruraikan
Waktu…engkau melihat diriku terbaring dalam sakit yang menderaku
Waktu…engkau membisu ketika diriku menghapuskan luka yang tersayat
Waktu…engkau menangis ketika diriku terdiam dalam ketakutan
Waktu…engkau membathin ketika diriku tersenyum dalam tangis
Waktu…engkau tersedak ketika diriku menangis dalam senyuman
Waktu…engkau terkejut ketika diriku terlihat menua daripada usiaku
Waktu…engkau berkerut ketika napasku tersengal dalam kepiluan
Waktu…engkau berpaling ketika seluruh sendiku melemas dan layu
Waktu…engkau membeku ketika pikiranku tak mampu lagi bertanya-tanya
Waktu…engkau marah ketika diriku disia-siakan dan tercampakan
Waktu…engkau bungkam ketika diriku menahan keluh kesah
Waktu…engkau terluka ketika diriku menjerit mempertahankan selembar nyawa
Waktu…engkau merangkulku ketika diriku menggigil karena terhina
Waktu…engkau menghembuskan kesejukan ketika diriku tak sadarkan diri
Waktu…engkau membaringkanku ketika diriku kelelahan menahan kesedihan
Waktu…engkau menemaniku ketika diriku terjauhkan dari yang kukasihi dan sayangi
Waktu…engkau menghiburku ketika diriku tiada lagi senyum dibibirku    
KARENA HATIKU KINI TERTUTUP UNTUK DIRIMU
     Sering aku berpikir dan merenung disetiap waktu…mengadukan semua nasibku kepada Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang yang mengetahui semua peristiwa dan kejadian yang telah aku alami…kapankah deritaku akan berakhir dan aku ingin semua ini berakhir. Jika aku masih diberi waktu untuk memperoleh kehidupan masa depanku yang lebih baik dan lebih mendekatkan diriku kepada-Mu maka aku akan menjalaninya walaupun aku tahu begitu berat rasanya …kini aku tak boleh menyesali diri…!
HILANG SUDAH PERMATA INDAHKU
Jika semuanya telah menjadi bubur…maka tiada lagi yang dapat diharapkan
Jika semuanya telah berkalang tanah…maka tiada lagi yang dapat dibangkitkan
Jika semuanya telah termuntahkan…maka tiada lagi yang dapat dikembalikan
Jika semuanya telah terpadamkan…maka tiada lagi yang dapat dinyalakan
Jika semuanya telah layu…maka tiada lagi yang dapat disegarkan
Jika semuanya telah berguguran…maka tiada lagi yang dapat dikembangkan
Jika semuanya telah membusuk…maka tiada lagi yang dapat diharumkan
Jika semuanya telah membisu…maka tiada lagi yang dapat dibicarakan
Jika semuanya telah membatu…maka tiada lagi yang dapat dicairkan
Jika semuanya telah berselimut duka…maka tiada lagi yang dapat dipertahankan
Jika semuanya telah bertabur kebencian…maka tiada lagi yang dapat didamaikan
Jika semuanya telah mati suri…maka tiada lagi yang dapat disadarkan
Jika semuanya telah hilang jati diri…maka tiada lagi yang dapat dikenang
Jika semuanya telah menjadi debu…maka tiada lagi yang dapat ditangisi
Jika semuanya telah terbang menjauh…maka tiada lagi yang dapat dipulangkan
Jika semuanya telah hilang musnah…maka tiada lagi yang dapat dilahirkan
Jika semuanya telah tersaput angin…maka tiada lagi yang dapat dirasakan
Jika semuanya telah tenggelam karam…maka tiada lagi yang dapat diangkat
Jika semuanya telah beronak duri…maka tiada lagi yang dapat dihaluskan
Jika semuanya telah bersimbah luka…maka tiada lagi yang dapat diobati
KARENA DIRIMU PATAHKAN MAHKOTA KEBAHAGIAAN KITA
     Biarlah diriku hancur berkeping-keping namun aku mengharapkan dan meminta kepadamu janganlah ini menjadi pembelajaran buruk bagi anak-anak kita, biarlah mereka hidup dengan dunia keindahan mereka dan jangan kita kotori mereka dengan pencitraan-pencitraan buruk kita bersama. Dukunglah terus mereka dengan segenap pengorbanan dan keridhoan kita terhadap mereka agar mereka kelak menjadi orang-orang yang berguna…kini jadilah kita untuk tetap sebagai orang tua yang baik bagi mereka…!
MEREKA ADALAH BUAH CINTA KITA
Anak-anak kita…mereka merupakan langit yang menaungi kehormatan
Anak-anak kita…mereka merupakan matahari yang menerangi kedamaian
Anak-anak kita…mereka merupakan bintang yang mencemerlangkan keberhasilan
Anak-anak kita…mereka merupakan bulan yang menuntun di dalam kegelapan
Anak-anak kita…mereka merupakan awan yang melindungi kesejukan
Anak-anak kita…mereka merupakan pelangi yang menghiasi keceriaan
Anak-anak kita…mereka merupakan permata yang tak tergantikan
Anak-anak kita…mereka merupakan keindahan yang mempesonakan
Anak-anak kita…mereka merupakan pelipur hati segenap duka-lara
Anak-anak kita…mereka merupakan embun pagi yang menyejukan jiwa dan bathin
Anak-anak kita…mereka merupakan senandung surgawi yang menenteramkan kalbu
Anak-anak kita…mereka merupakan gelas-gelas kaca yang memancarkan kemilau hati
Anak-anak kita…mereka merupakan teratai yang tetap bersih dan suci di atas kekotoran
Anak-anak kita…mereka merupakan melati putih yang menyebarkan harum semerbak
Anak-anak kita…mereka merupakan mutiara yang memberikan keanggunan
Anak-anak kita…mereka merupakan salju putih yang mendinginkan pikiran
Anak-anak kita…mereka merupakan sutera yang menghaluskan pribadi
Anak-anak kita…mereka merupakan bunga setaman yang menghiasi akhlak
Anak-anak kita…mereka merupakan dermaga yang menyandarkan kepenatan
Anak-anak kita…mereka merupakan penerus yang melanjutkan garis-keturunan
KARENA MEREKALAH KITA PERNAH HIDUP BERSATU
     Tuhan…aku tahu bahwa Engkau sangat menyayangi hamba-hamba-Mu dan Engkau tidak akan memberikan cobaan dan musibah di luar batas kemampuanku, hanya pertolongan-Mu yang mampu untuk menyelamatkanku dari ketidakberdayaanku dan hanya petunjuk-Mu yang dapat memberikan penerang jalan hidupku. Ampunilah atas segala dosa-dosaku dan tunutunlah aku kejalan yang benar dan lurus yaitu jalannya orang-orang sebelum aku yang telah Engkau beri nikmat dan kemuliaan …kini aku harus berjalan sendiri dengan segenap kelemahan dan kekuranganku di atas bumi-Mu yang maha luas…!
KUBERSIMPUH MEMOHON KEHADIRAT-MU
Tuhanku Yang Maha Pengasih…kasihilah aku dengan segenap kekuranganku
Tuhanku Yang Maha Penyayang…sayangilah aku dengan segenap kesalahanku
Tuhanku Yang Maha Pencipta…ciptakanlah aku dengan segenap kesempurnaanku
Tuhanku Yang Maha Tinggi…tinggikanlah aku dengan segenap kerendahanku
Tuhanku Yana Maha Agung…agungkanlah aku dengan segenap kelemahanku
Tuhanku Yang Maha Besar…besarkanlah aku dengan segenap kekerdilanku
Tuhanku Yang Maha Mulia…muliakanlah aku dengan segenap keburukanku
Tuhanku Yang Maha Suci…sucikanlah aku dengan segenap kekotoranku
Tuhanku Yang Maha Melihat…lihatlah aku dengan segenap penderitaanku
Tuhanku Yang Maha Mendengar…dengarkanlah aku dengan segenap permintaanku
Tuhanku Yang Maha Melapangkan…lapangkanlah aku dengan segenap kesempitanku 
Tuhanku Yang Maha Memelihara…peliharalah aku dengan segenap kepedulianku
Tuhanku Yang Maha Lembut…lembutkanlah aku dengan segenap kekasaranku
Tuhanku Yang Maha Pemaaf…maafkanlah aku dengan segenap kesombonganku
Tuhanku Yang Maha Penyantun…santunilah aku dengan segenap keegoisanku
Tuhanku Yang Maha Kaya…kayakanlah aku dengan segenap budi pekertiku
Tuhanku Yang Maha Bijaksana…bijakanlah aku dengan semua pengetahuanku
Tuhanku Yang Maha Membangkitkan…bangkitkanlah aku dengan segenap amalanku
Tuhanku Yang Maha Pengampun…ampunilah aku dengan segenap dosaku
Tuhanku Yang Maha Mengabulkan…kabulkanlah aku dengan segenap doa-doaku
HANYA KEPADA-MU-LAH AKU AKAN KEMBALI
Sekayu, 28 Agustus 2015
(Catatan Pena : Hati Yang Luka)  


Link : Hati Yang Luka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

I am

SAMSUNG PRODUK JUARA

On Line Blog


Kata Yang Terucap 143

KATA YANG TERUCAP (143) “Tahukah kamu 10 (sepuluh) hal yang harus dirimu sadari untuk mewujudkan kebahagiaan dalam berumah tangga, ...