HATI YANG LUKA
Teruntuk Dirimu Yang Melukai Hatiku
Bayanganmu
selalu menghantuiku
Waktu
yang dahulu terasa cepat berlalu kini kurasakan begitu lambat berputar karena
hatiku kini tidak sama seperti awal kita bertemu, ada kegelisahan dan kepahitan
yang kurasakan namun mengapa tidaklah dapat terhapuskan. Hatiku kini kelu
menatap ruang yang serasa kian menyempit dan tidak ada lagi cerita keindahan
serta manisnya hidup yang pernah kurasakan…kini aku harus memilih jalan
hidupku…!
KUPASRAHKAN HIDUPKU KEPADA-NYA
Dahulu…dirimu begitu mencintaiku dengan segenap
keindahanmu
Dahulu…dirimu begitu aku banggakan dengan segenap
perasaanku
Dahulu…dirimu begitu memperhatikanku dengan segenap
pesonamu
Dahulu…dirimu begitu aku impikan dengan segenap
doaku
Dahulu…dirimu begitu menyejukanku dengan segenap
keteduhanmu
Dahulu…dirimu begitu aku harapkan dengan segenap
kegelisahanku
Dahulu…dirimu begitu melindungiku dengan segenap
kehangatanmu
Dahulu…dirimu begitu aku puja dengan segenap
kekagumanku
Dahulu…dirimu begitu membahagiakanku dengan segenap
pemberianmu
Dahulu…dirimu begitu aku dambakan dengan segenap
cintaku
Dahulu…dirimu begitu mendamaikanku dengan segenap
kemesraanmu
Dahulu…dirimu begitu aku muliakan dengan segenap
kasihku
Dahulu…dirimu begitu memanjakanku dengan segenap
ketulusanmu
Dahulu…dirimu begitu aku setiakan dengan segenap
kerelaanku
Dahulu…dirimu begitu melembutkanku dengan segenap
belaianmu
Dahulu…dirimu begitu aku rindukan dengan segenap
penantianku
Dahulu…dirimu begitu menginspirasiku dengan segenap
kelebihanmu
Dahulu…dirimu begitu aku pedulikan dengan segenap
pikiranku
Dahulu…dirimu begitu mengasihi dan menyayangiku
dengan segenap hasratmu
Dahulu…dirimu begitu aku hormati dengan segenap
pendirianku
KARENA
DIRIMU SUDAH TAK PANTAS UNTUKKU
Kering
sudah rasanya airmataku kini…luka yang tercipta belumlah hilang namun luka baru
yang lebih menyayat senantiasa menderaku kembali. Habis sudah kepatuhan dan
ketulusan pengabdianku kepadamu yang telah begitu menyakitiku seakan dirimu
tidak menyadari dan menikmati penyiksaanmu kepadaku. Tuhan hanya kepada-Mu-lah
aku berlindung dan hanya kepada-Mu-lah aku memohon pertolongan…kini diri dan
hatiku telah diam membisu…!
SURGAKU TELAH DIRIMU HANCURKAN
Ada hinaan…yang telah begitu merendahkan martabat
kewanitaanku
Ada cacian…yang telah begitu melukai perasaanku
Ada makian…yang telah begitu menorehkan luka
terdalam
Ada umpatan…yang telah begitu mencoreng namaku
Ada hujatan…yang telah begitu menghinakanku
Ada tamparan…yang telah begitu membekas di wajahku
Ada pukulan…yang telah begitu menyesakan dadaku
Ada derita…yang telah begitu mencabikku
Ada pendustaan…yang telah begitu mengelabuiku
Ada kemurkaan…yang telah begitu meluluhlantakanku
Ada kemunafikan…yang telah begitu membutakanku
Ada kebohongan…yang telah begitu membodohiku
Ada kepalsuan…yang telah begitu menggelapkanku
Ada penghasutan…yang telah begitu menjauhiku
Ada kepahitan…yang telah begitu memuakkanku
Ada jurang…yang telah begitu memerosokanku
Ada kabut…yang telah begitu menghalangiku
Ada gelegar…yang telah begitu memekakkanku
Ada pagar…yang telah begitu membatasiku
Ada sanksi…yang telah begitu memenjarakanku
KARENA
DIRIMU TIDAK SEPERTI PRIBADIMU YANG KUKENAL
Sedih dan
lelah sudah pikiran dan hatiku untuk memahami sikap dan sifatmu yang sama sekali
tidak dapat kupahami dan mengerti, dirimu begitu mudahnya untuk marah dan
menghinaku dengan kata-kata yang tak pantas terucap karena selam ini kita telah
hidup bersama dalam naungan bahtera rumah tangga. Aku mencoba untuk selalu
bersabar dan mengalah namun kesabaranku kini habis sudah dan tidak lagi dapat
kupertahankan…kini kuingin hidup sendiri
tanpa dirimu…!
BAHTERA YANG KOKOH TELAH DIRIMU TENGGELAMKAN
Berulang kali…aku telah memaafkan atas semua
kesalahanmu
Berulang kali…aku telah mencoba untuk menyadarkan
kemarahanmu
Berulang kali…aku telah mengingatkan siapakah dirimu
yang sesungguhnya
Berulang kali…aku telah memperbaiki atas semua
sikapku yang engkau anggap salah
Berulang kali…aku telah memenuhi atas semua
permintaanmu yang memaksakan
Berulang kali…aku telah menutupi atas semua
perbuatanmu yang memalukan
Berulang kali…aku telah berusaha mengalah atas semua
kehendakmu
Berulang kali…aku telah menahan kesabaran menghadapi
kekerasan hatimu
Berulang kali…aku telah membersihkan atas semua
kekotoranmu
Berulang kali…aku telah berkorban untuk
mempertahankan keutuhan rumah tangga
Berulang kali…aku telah mengobati luka di sekujur
tubuhku
Berulang kali…aku telah menguraikan benang kusut
yang membelit
Berulang kali…aku telah menegakan kain basah yang
bersimbahkan
Berulang kali…aku telah menyibakan kelambu hitam
yang membentang
Berulang kali…aku telah menggantang asap yang
menbekap
Berulang kali…aku telah memadamkan api membara yang
menghanguskan
Berulang kali…aku telah mengelus dadaku menahan
kegeraman bathin
Berulang kali…aku telah menenteramkan kegelisahanku
yang membelenggu
Berulang kali…aku telah menenangkan pemberontakan
jiwa dengan kepatuhanku
Berulang kali…aku telah mendamaikan hatiku dengan
ketidakmampuanku
KARENA
DIRIMU SUDAH TAK PANTAS MENJADI NAKHODAKU
Waktu
yang berlalu seharusnya mengajariku untuk tetap mencintai dan menyayangimu
namun justeru sebaliknya waktu yang akan kujelang semakin membuat diriku dan
dirimu terbentang jarak yang begitu jauh dan menyakitkan.Tiada lagi rasa yang
dahulu pernah ada, kini yang ada hanyalah ketersiksaan dan keterpedihan yang
melanda jiwa dan bathinku…kini aku ingin pergi menjauh dan tidak akan pernah
kembali lagi…!
TIADA LAGI KATA YANG DAPAT TERUCAPKAN
Waktu…engkau mengetahui kepedihan bathinku yang
terdalam
Waktu…engkau menyaksikan penderitaanku yang
terperihkan
Waktu…engkau mendengarkan setiap tetes tangisanku
yang teruraikan
Waktu…engkau melihat diriku terbaring dalam sakit
yang menderaku
Waktu…engkau membisu ketika diriku menghapuskan luka
yang tersayat
Waktu…engkau menangis ketika diriku terdiam dalam
ketakutan
Waktu…engkau membathin ketika diriku tersenyum dalam
tangis
Waktu…engkau tersedak ketika diriku menangis dalam
senyuman
Waktu…engkau terkejut ketika diriku terlihat menua
daripada usiaku
Waktu…engkau berkerut ketika napasku tersengal dalam
kepiluan
Waktu…engkau berpaling ketika seluruh sendiku
melemas dan layu
Waktu…engkau membeku ketika pikiranku tak mampu lagi
bertanya-tanya
Waktu…engkau marah ketika diriku disia-siakan dan
tercampakan
Waktu…engkau bungkam ketika diriku menahan keluh
kesah
Waktu…engkau terluka ketika diriku menjerit
mempertahankan selembar nyawa
Waktu…engkau merangkulku ketika diriku menggigil
karena terhina
Waktu…engkau menghembuskan kesejukan ketika diriku
tak sadarkan diri
Waktu…engkau membaringkanku ketika diriku kelelahan
menahan kesedihan
Waktu…engkau menemaniku ketika diriku terjauhkan
dari yang kukasihi dan sayangi
Waktu…engkau menghiburku ketika diriku tiada lagi
senyum dibibirku
KARENA
HATIKU KINI TERTUTUP UNTUK DIRIMU
Sering
aku berpikir dan merenung disetiap waktu…mengadukan semua nasibku kepada Yang
Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang yang mengetahui semua peristiwa dan kejadian
yang telah aku alami…kapankah deritaku akan berakhir dan aku ingin semua ini
berakhir. Jika aku masih diberi waktu untuk memperoleh kehidupan masa depanku
yang lebih baik dan lebih mendekatkan diriku kepada-Mu maka aku akan
menjalaninya walaupun aku tahu begitu berat rasanya …kini aku tak boleh
menyesali diri…!
HILANG SUDAH PERMATA INDAHKU
Jika semuanya telah menjadi bubur…maka tiada lagi
yang dapat diharapkan
Jika semuanya telah berkalang tanah…maka tiada lagi
yang dapat dibangkitkan
Jika semuanya telah termuntahkan…maka tiada lagi
yang dapat dikembalikan
Jika semuanya telah terpadamkan…maka tiada lagi yang
dapat dinyalakan
Jika semuanya telah layu…maka tiada lagi yang dapat
disegarkan
Jika semuanya telah berguguran…maka tiada lagi yang
dapat dikembangkan
Jika semuanya telah membusuk…maka tiada lagi yang
dapat diharumkan
Jika semuanya telah membisu…maka tiada lagi yang
dapat dibicarakan
Jika semuanya telah membatu…maka tiada lagi yang
dapat dicairkan
Jika semuanya telah berselimut duka…maka tiada lagi
yang dapat dipertahankan
Jika semuanya telah bertabur kebencian…maka tiada
lagi yang dapat didamaikan
Jika semuanya telah mati suri…maka tiada lagi yang
dapat disadarkan
Jika semuanya telah hilang jati diri…maka tiada lagi
yang dapat dikenang
Jika semuanya telah menjadi debu…maka tiada lagi
yang dapat ditangisi
Jika semuanya telah terbang menjauh…maka tiada lagi
yang dapat dipulangkan
Jika semuanya telah hilang musnah…maka tiada lagi
yang dapat dilahirkan
Jika semuanya telah tersaput angin…maka tiada lagi
yang dapat dirasakan
Jika semuanya telah tenggelam karam…maka tiada lagi
yang dapat diangkat
Jika semuanya telah beronak duri…maka tiada lagi
yang dapat dihaluskan
Jika semuanya telah bersimbah luka…maka tiada lagi
yang dapat diobati
KARENA
DIRIMU PATAHKAN MAHKOTA KEBAHAGIAAN KITA
Biarlah
diriku hancur berkeping-keping namun aku mengharapkan dan meminta kepadamu
janganlah ini menjadi pembelajaran buruk bagi anak-anak kita, biarlah mereka
hidup dengan dunia keindahan mereka dan jangan kita kotori mereka dengan
pencitraan-pencitraan buruk kita bersama. Dukunglah terus mereka dengan segenap
pengorbanan dan keridhoan kita terhadap mereka agar mereka kelak menjadi
orang-orang yang berguna…kini jadilah kita untuk tetap sebagai orang tua yang
baik bagi mereka…!
MEREKA ADALAH BUAH CINTA KITA
Anak-anak kita…mereka merupakan langit yang menaungi
kehormatan
Anak-anak kita…mereka merupakan matahari yang
menerangi kedamaian
Anak-anak kita…mereka merupakan bintang yang
mencemerlangkan keberhasilan
Anak-anak kita…mereka merupakan bulan yang menuntun
di dalam kegelapan
Anak-anak kita…mereka merupakan awan yang melindungi
kesejukan
Anak-anak kita…mereka merupakan pelangi yang
menghiasi keceriaan
Anak-anak kita…mereka merupakan permata yang tak
tergantikan
Anak-anak kita…mereka merupakan keindahan yang
mempesonakan
Anak-anak kita…mereka merupakan pelipur hati segenap
duka-lara
Anak-anak kita…mereka merupakan embun pagi yang
menyejukan jiwa dan bathin
Anak-anak kita…mereka merupakan senandung surgawi
yang menenteramkan kalbu
Anak-anak kita…mereka merupakan gelas-gelas kaca
yang memancarkan kemilau hati
Anak-anak kita…mereka merupakan teratai yang tetap
bersih dan suci di atas kekotoran
Anak-anak kita…mereka merupakan melati putih yang
menyebarkan harum semerbak
Anak-anak kita…mereka merupakan mutiara yang
memberikan keanggunan
Anak-anak kita…mereka merupakan salju putih yang
mendinginkan pikiran
Anak-anak kita…mereka merupakan sutera yang
menghaluskan pribadi
Anak-anak kita…mereka merupakan bunga setaman yang
menghiasi akhlak
Anak-anak kita…mereka merupakan dermaga yang
menyandarkan kepenatan
Anak-anak kita…mereka merupakan penerus yang
melanjutkan garis-keturunan
KARENA
MEREKALAH KITA PERNAH HIDUP BERSATU
Tuhan…aku
tahu bahwa Engkau sangat menyayangi hamba-hamba-Mu dan Engkau tidak akan
memberikan cobaan dan musibah di luar batas kemampuanku, hanya pertolongan-Mu
yang mampu untuk menyelamatkanku dari ketidakberdayaanku dan hanya petunjuk-Mu
yang dapat memberikan penerang jalan hidupku. Ampunilah atas segala dosa-dosaku
dan tunutunlah aku kejalan yang benar dan lurus yaitu jalannya orang-orang
sebelum aku yang telah Engkau beri nikmat dan kemuliaan …kini aku harus
berjalan sendiri dengan segenap kelemahan dan kekuranganku di atas bumi-Mu yang
maha luas…!
KUBERSIMPUH MEMOHON KEHADIRAT-MU
Tuhanku Yang Maha Pengasih…kasihilah aku dengan
segenap kekuranganku
Tuhanku Yang Maha Penyayang…sayangilah aku dengan
segenap kesalahanku
Tuhanku Yang Maha Pencipta…ciptakanlah aku dengan
segenap kesempurnaanku
Tuhanku Yang Maha Tinggi…tinggikanlah aku dengan
segenap kerendahanku
Tuhanku Yana Maha Agung…agungkanlah aku dengan
segenap kelemahanku
Tuhanku Yang Maha Besar…besarkanlah aku dengan
segenap kekerdilanku
Tuhanku Yang Maha Mulia…muliakanlah aku dengan
segenap keburukanku
Tuhanku Yang Maha Suci…sucikanlah aku dengan segenap
kekotoranku
Tuhanku Yang Maha Melihat…lihatlah aku dengan
segenap penderitaanku
Tuhanku Yang Maha Mendengar…dengarkanlah aku dengan
segenap permintaanku
Tuhanku Yang Maha Melapangkan…lapangkanlah aku
dengan segenap kesempitanku
Tuhanku Yang Maha Memelihara…peliharalah aku dengan
segenap kepedulianku
Tuhanku Yang Maha Lembut…lembutkanlah aku dengan
segenap kekasaranku
Tuhanku Yang Maha Pemaaf…maafkanlah aku dengan
segenap kesombonganku
Tuhanku Yang Maha Penyantun…santunilah aku dengan
segenap keegoisanku
Tuhanku Yang Maha Kaya…kayakanlah aku dengan segenap
budi pekertiku
Tuhanku Yang Maha Bijaksana…bijakanlah aku dengan
semua pengetahuanku
Tuhanku Yang Maha Membangkitkan…bangkitkanlah aku
dengan segenap amalanku
Tuhanku Yang Maha Pengampun…ampunilah aku dengan
segenap dosaku
Tuhanku Yang Maha Mengabulkan…kabulkanlah aku dengan
segenap doa-doaku
HANYA
KEPADA-MU-LAH AKU AKAN KEMBALI
Sekayu, 28 Agustus 2015
(Catatan Pena
: Hati Yang Luka)
Link : Hati Yang Luka


Tidak ada komentar:
Posting Komentar